Jumat, 23 Maret 2018

Khouf Wal Huzn, Takut dan Sedih

Ada orang sukses berpikir kesuksesannya adalah hasil usahanya sendiri. Bangga dengan apa yang ia raih, hingga takabur hinggap dalam hati. Begitu memang Kebanyakan orang lupa bersyukur karena lebih cinta hadiah dari pada yang memberi hadiah. Lupa dia, di belakangnya ada kekuatan doa dari orang yang tercinta. Lupa dia, bahwa tanpa doa mereka mungkin saja ia tidak menemukan jalan kesuksesannya.
Buat yang ngerasa belum sukses, nggak usah sedih juga sih karena biasanya sombong seringkali hingga pada orang yang bisa, mampu, mengerti dan sukses. Kalau nggak dikasih sukses ya berarti Allah tidak mengizinkan hatinya dinodai oleh rasa sombong, karena sombong dapat memusnahkan amal amal baik kita yang telah kita bangun dengan sebaik-baiknya.
Begitu juga dengan hasad, bagaikan api yang melahap kayu bakar. Amalan kita hangus dalam sekejap! Naudzubillah, Allah korusun.
الا ان أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون ingatlah! Sesungguhnya wali Allah tdk pernah takut dan tdk pernah bersedih (dlm hal duniawi) 
dalam kesedihan macam apapun seberat apapun sebanyak apapun selalu ada alasan untuk bersyukur.
believe it... :)

Ngaca Dulu Katanya

Sebenarnya kendala dalam menjadi orang beriman menurut Al Ashr adalah ketika dibilang harus ngaca sebelum ngasih tau orang lain. katanya, dirinya aja belum sempurna kok udah nasehatin orang lain aja si. (Tapi emang ada ya manusia sempurna?) terkadang rasa ingin mengingatkan itu terbang jauh jauh saat dikatakan seperti itu, ya! Tapi... Tenang aja sih! namanya juga sosialisasi ada yang gini dan gitu. Justru mengingatkan orang adalah sarana untuk islah diri biar nggak digituin sama orang. Tp tetap jangan menyerah untuk beramar ma'ruf nahi mungkar hanya karena suara-suara "sumbang" kaya tadi. Jika rasa ingin merubah dunia dengan saling mengingatkan sudah kuat menancap, maka hambatan apapun akan terasa kecil semuanya. Undzur mâ qola wala tandzur man qola. Lihatlah perkataannya jangan lihat orangnya. Selagi perkataannya akan merubah sifat buruk kita, apa salahnya kita ambil ibrahnya dari sana? Terus mau nurut kalau orang yang bilangin itu sempurna, gitu? Neng, susah cari perkataan dari orang sempurna mah! Bahkan mungkin nggak ada. Semua bisa jadi pelajaran kalau niatan pengen terus lebih baik dari hari-hari sebelumnya itu bener bener asli dan murni tanpa bahan pengawet apapun. Asalkan aktifkan niat dan gunakan fasilitas organ tubuh yang tersedia karena nanti fasilitas organ-organ tubuh kita juga akan menjadi saksi loh di pengadilan nanti...

Salam Ukhuwah

Makna Bahasa Indonesia "Ya Hafiz Al-Quran"

Cahaya penerang zaman, dan yg menerangi jalanku dengan bgitu terang. Dan sebagai petunjuk dri Sang Pemberi Petunjuk, yang dengan itulah kita mendapat petunjuk,
Utk yang salih, yang dikehendaki kebaikannya, dan takwanya.
İnilah kitab Allah, sumbernya pengetahuan,
Mendapat kenikmatan bagi orang orang yg menikmati dengan siramannya.
Allah telah menjaganya dengan hafalan hamba2nya.
İa jaga hingga tak ada satu makhluk pun yg dapat memusnahkannya.
Beruntunglah bagi yg menghafalnya dengan hati, akan nampak bagai bintang terang benderang.
Dan menerapkan alquran pada akhlaqnya, pekerjaan2nya, dan disematkan pada hatinya. İa membacanya pada kegelapan malam, air mata yg keluar dri matanya menjadi penghalang api neraka. İnilah sifat2 penghafal kitabNya.
Benar! Maka jadikanlah sifat sifat itu sebagai sebenar benar akhlak. Wahai hafiza quran! Lantunkanlah ayat2 itu hingga terketuk hati "mereka".
Wahai hafiz alquran, tidaklah kau dsbut sebagai hafız hingga kau menerapkan apa yg kau hafalkan. Tidaklah berguna dsbut hafız jika quran tdk tersemat dalam hatimu. Wahai org2 yg dikaruniai quran! İnilah peran kita. Berpegang teguhlah spya tdk tenggelam (musnah), dan berkumpulah diantara buku2 spaya bisa membedakan 1 sama lainnya,
Jdikanlah quran sbg hukum dri segala urusan, dan prcayalah bahwa janji Allah itu benar2 akan terjadi.
Wahai umat umat quran! Berpegang teguhlah spaya tidak tenggelam dan tidak musnah.

Salah Satu Sebab Galau?

Imam Abdul Qoyyim, seorang ulama ahli sunnah yang dilahirkan di Damaskus, Syria berkata :
keadaan paling berbahaya bagi pikirannya ialah pada saat pemiliknya menganggur tidak bekerja. Ia ibarat kereta yang berjalan cepat tanpa pengemudi yang mengendalikannya. Ketika menganggur, harus bersiap-siap untuk resah dan gelisah karena kekosongan tersebut akan menghadirkan file-file tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. Akhirnya kita galau, tidak berbuat sesuatu dan bersantai-santai adalah kelalaian dan waktu luang merupakan pencuri profesional, sementara kita menjadi korban dari perang fantasi dan khayalan, maka bunuhlah waktu luang dengan pisau kerja. Menurut dokter, setengah daripada kebahagiaan akan diperoleh melalui aktivitas ringan (seperti membaca, bertasbih, belajar, menulis, mengatur perpustakaan, membantu orang lain, dll)
Lihatlah bagaimana petani tukang roti dan pekerja bangunan bernyanyi seperti burung dengan senang dan bahagia, sementara kita tidur di atas tilam sambil mengusap air mata karena galau dan menderita.
(Anwar Nursi)

Jumat, 14 Juli 2017

Ringkasan cerita dari Ust. Felix

First, Rasulullah dilahirkan dari kalangan yang mulia saat itu. Di kalangan Arab kaum Quraisy adalah kaum terhormat. Di kalangan Quraisy sendiri Bani Hasyim adalah bani yang paling mulia bahkan kunci Ka'bah ada pada Abdul Muthalib. Rasulullah semenjak kecilnya sangat dicintai orang-orang dan digelari Al Amin. Terbukti dalam hal pemindahan hajar aswad saat itu. Kalangan Arab masing-masing ingin merekalah yang memindahkan hajar aswad sampai sampai mereka bertengkar dan angkat pedang. Diadili lah mereka oleh Al Amin. pertama-tama Rasulullah mengangkat Hajar Aswad itu lalu Beliau letakkan di atas kain dan masing-masing kalangan memegang bagian ujung-ujungnya. Maksud dari cerita ini kenapa mereka tidak marah ketika Rasulullah mengangkat hajar aswad? karena mereka benar-benar mempercayai Rasulullah sehingga ketika Rasulullah mengangkat Hajar Aswad ke atas kain tidak ada satupun dari mereka yang protes tapi apakah yang menyebabkan mereka membenci Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pasca kerasulannya? jikalau saja Rasul hanya mengajarkan berpakaian tertutup atau sekedar menyeru orang-orang untuk berbuat baik kepada ayah dan ibu mereka atau hanya sekedar memerintahkan berbuat adil atau sebagainya tidak mungkin orang-orang Quraisy membenci Rasulullah hingga ingin membunuhnya. Lalu faktor apa yang membuat mereka bahkan ingin menyiksa Rasulullah sang Al-Amin? Rasulullah membawa pemikiran yang dapat mengubah mereka, Lifestyle mereka. Pada zaman jahiliyah wanita yang ditinggal suaminya jadi aset untuk anaknya sendiri. Mengerikan! Rasulullah datang untuk merubah hal tersebut, bahwa wanita sepatutnya dimuliakan. Pada zaman itu pula wanita menstruasi dianggap penyakit. Sehingga tidak boleh ada yang menyentuhnya bahkan mendekatinya sekalipun. Ketika Rasulullah datang justru Rasulullah mengubah  pemikiran seperti ini, terbukti ketika Rasulullah tidur di pangkuan salah satu isterinya yang sedang menstruasi.
 İslam... agama
 perubahan.
Ketika hz. Abu Bakar dimuliakan dengan Islam, beliau pun berubah menjadi sosok yang justru paling dekat dengan Rasulullah. Begitu pula dengan Umar Bin khattab dan yang lainnya. Setelah Islam terinstall dalam diri mereka, tidak ada keraguan lagi bagi mereka. Mereka justru berubah menjadi sosok mulia.
Jadi jika ajaran Islam sudah terinstal, mesti harus ada perubahan pada dirinya. Jika tidak ada perubahan sama sekali jangan salahkan Islam karena memang tabiat Islam adalah merubah. Salah kita sendiri karena virus dalam diri kita begitu banyak sehingga harus dibasmi dengan dzikrullah. Perbanyaklah install ajaran-ajaran Islami demi perubahan baik yang diharapkan di masa hadapan.

Gürbet

Kalau lagi gürbet (rantau)  tidak akan lepas daripada membandingkan segala sesuatu yang ditemukan (di tanah rantau tsb) dengan sesuatu yg ada di kampung halamannya. Salah satu hal yang saya perhatikan di Turki, khususnya Kota Kütahya adalah penduduknya.  Dibandingkan dengan Indonesia tentu berbeda jauh.  Mengetahui bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi terpadat ke_4 dunia setelah İndia, China, dan Amerika. Namun yang membedakan adalah, kelihatannya di İndonesia lebih sulit mencari/menemukan lahan kosong. Salah 1 faktornya adalah karena di İndonesia kebanyakan memiliki anak lebih dari 2. Sdgkan orang Turki kebanyakan hanya memiliki 2 anak saja. Tapi... Mereka sering kali mengambil anak "manawi" dengan tujuan membantu dalam dalam masalah finansial (salah satunya), pun begitu mereka tetap memperhatikan anak manawinya itu macam anaknya sendiri hingga kebutuhannya terpenuhi. Tak heran kemiskinan, yani orang yang meminta minta jarang ditemukan di pinggir jalan, seperti yang terjadi di negara kita tercinta yang hanya memperhatikan diri dan keluarga mereka masing2. Kalau disini mah meskipun bukan keluarga ngasih Rp500.000 (100 Lira) aja gak tanggung tanggung. Apalagi pada para pencari ilmu agama, dan datang dari negeri jauh. Dengan 1 harapan mereka...  *DOA*. . Mereka percaya betul akan kekuatan doa.  Meskipun tak ada hubungan nasab sama sekali tapi dengan tali manawi yang ketat tak kenal pun serasa kenal lama dlm doa berdasarkan lillahi taala dan persaudaraan sesama muslim. Ho, lanjut yaa... Mereka pun tdk tamak lahan. Pengaturan tempat tinggal diatur dengan bentuk apartman berjajar. Rumahnya tidak besar namun dibuat senyaman dan secantik mungkin hingga siapapun betah tinggal disana. Kebanyakan dari mereka (bahkan hampir semuanya) mendecor lantai rumah mereka dengan karpet. Dipadukan dengan sofa yg berwarna sepadan seperti karpetnya.
Pelajaran yg diambil adalah... Pertama meskipun anggota keluarga dalam jumlah yang membeludak, jangan lupakan kasih sayang kita pada orang2 yg memang membutuhkan, karena org yang berkasih sayang berpondasikan taat pada Allah dengan izinNya İa pun akan melimpahkan rahmatNya yang menjadi tujuan utama kita semua.
Kedua, buat calon housewifers nich haha. Pinter pinter decor rumah, yuk! Karena *home sweet home*sepertinya masih berlaku. My writing here isn't to patronize nor to show that Im a master in it. Tapi karena rumah adalah tempat paling rehat melepas penat, tak ada salahnya didecor senyaman mungkin.  Hehe.  Semoga Allah memudahkan ya, ladies! ^^ dengan menata rumah semoga jadi wasilah tertatanya hati kita.
Yang ketiga, mari hidupkan kata kata *ad-dua'u sillahul muslimin*. Doa itu senjatanya orang muslim. Dengan percaya the power of dua, doa yg terpanjat dgn İzinNya akan dikabulkan, dengan dasar percaya percaya dan percaya.

Salam ukhuwah... 💚

Kuliner

Laper... Mari saya ajak mengintip kuliner di Turki!! hohoho.. masih berlokasi di Kota Kütahya, Turki.
Kali ini saya coba mendeskripsikan seperti apa sih makanan & beverages di sini. Jom...
Pertama, makanan pokok orang Turki adalah roti, bagaimanapun bentuknya. Ada roti yang berbentuk elips, bundar, tipis, roti berbentuk seperti roti warung di Indonesia juga ada, bahkan di daerah perkampungan ada khusus roti kampung. Mereka membuat dengan tangan mereka sendiri.
Di samping roti, makanan pokok yang kedua adalah nasi. Ya mereka pun makan nasi walau bukan sebagai pokok utama. Kebanyakan nasi ditemukan pada jam makan siang atau malam. Dan nasi disini dimasak dengan minyak dan juga garam untuk menambah keunikan warna (supaya tidak polos putih) begitu mereka menambahkan arpacık, semacam nasi tapi berwarna sedikit kecoklatan. Kalau tidak dengan nasi, bulgur dan aneka macam makarna bisa dijadikan gantinya. Yang mencolok dari makanan berat di Turki adalah rasanya yang kecut. Kenapa? karena kebanyakan dari mereka tidak menyukai makanan baharatlı alias banyak bumbu. Bumbu utama yang sering mereka pakai adalah salça alias pasta tomat, garam dan bawang bombay. İtu saja bumbu yang paling sering dipakai. Pantesan wé makanan hambar dan aneh menurut lidah kita, lidah Indonesia, apalagi saya mah orang sunda dan kebanyakan dari lauk-pauk mereka adalah daging. Terkadang mereka mencampurkan daging dengan makanan yang lain pokoknya banyak deh makanan-makanan yang berbahan dasar daging ataupun daging sebagai campurannya. Yang paling jleb adalah di sini gak ada tepung kanji, bahan dasar cilok cireng cimol dan candil. Untuk makanan manis nya bener-bener mereka bikin semanis mungkin, bagiku dessert mereka sih kemanisan. Baklava misalnya, salah satu dessert Turki yang paling terkenal hahaha. O iya kalau pagi paling wajibnya ada roti, zaitun, keju, ditemani biasanya oleh olesan roti misalnya madu, selai. Dan disini ada selai yang unik yaitu selain mawar loh. Lalu ada kaymak, makanan seperti yogurt tapi rasanya tidak asam dan mirip seperti margarin tapi agak encer sedikit. Yah aku sih cuman nulis inti intinya aja kalau misalkan mau ada yang tahu lebih lanjut boleh deh comment atau hubungi aku langsung aja biar aku langsung kasih tau. so, pelajaran yang dapat diambil adalah karena makanan adalah kebutuhan jasmani utama jadi apapun bumbu dan bahan nya yang terpenting adalah halalan toyyiba, halal dan tentunya baik untuk kesehatan. Faktanya orang Asia khususnya Indonesia senang makanan berbumbu sedangkan orang Turki tidak begitu. Syukurilah biar bumbu-bumbu di dunia tidak punah dan tetap lestari. Hehe

Salam kuliner :D

Senin, 10 Juli 2017

Makna Bahasa Indonesia "Adfaita" - Mishary Rasheed

Anda berada dalam posisi kekuatan yang indah. Seperti bunga yang mekar membuka keharumannya.
 Oh Allah jadikan akhlak kita lebih baik lebih suci bersih tanpa sifat ketidak bijaksanaan dan jadikan kesabaran kami seperti apa yang dicontohkan Nabi Muhammad. 
Oh Allah jadikanlah akhlak kami lebih baik, maka kami menjadi hamba yang sukses dengan akhlak yang baik di surga yang kekal. 
Dekat denganmu Wahai Allah,  Nabi Muhammad di sana dan yang memiliki akhlak baik akan menjadi yang terdekat dengannya di surga. 
Berulang kali Allah memuji akhlak Nabi Muhammad yang terpercaya., Allah mengajarkannya hingga ia menjadi makhluk yang paling baik akhlaknya yang diciptakan oleh Allah.
Beliau memiliki sifat penyayang pada umatnya, selamanya. 
Dan beliau adalah sinar yang bersinar indah pada umat manusia. Akhlak sempurnanya adalah akhlak quran yang dihadiahkan padanya dari Allah sang Maha Pengasih. 

Jumat, 30 Juni 2017

Dear NSH...


Keadaanmu skrg sbg bagian dari "muhajirin"  -kata mereka- adalah hal yang seharusnya mulia, bila apapun yg kau lakukan adl semata karena ingin membuat Allah 'tersenyum'.  Karena dgn itu dan hanya dgn RahmatNya lah tujuan utama mu utk mendapatkan surgaNya dapat diraih. Bukan krna sbrapa byk kuantitas dan kualitas amalmu, karena surga tdk bisa diraih dengan itu semua. Jikalau memang kau melakukan amal baik selama 500 tahun pun bisa saja runtuh dgn secuil kesalahan. Oleh karena itu berdasarkan cinta pada Allah dan RasulNya jangan sampai kau lelah utk mencari ridha dan rahmatNya. Bukan masalah, pabila jauh dari orang orang tercinta. Bukankah telah kita ketahui bahwa : "Dia yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku. Dan yang memberi makan dan minum kpdku, dan apabila aku sakit, Dialah yg menyembuhkan aku, dan yg mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku kembali. "
Qs. As-Syuara 78-81.

Wa rahmatu Rabbika khoirun mimmaa yajma'uun.  (qs. Zukhruf 32)

Salam ghuroba...

Hafiza Fatma Kecil

Not : aku = ustadzah

Begitu lulus SD, ia masuk asrama. Keluarganya mengatakan bahwa ia masuk asrama dengan keinginannya sendiri. Ketika aku bertanya namanya tanpa ragu ia jawab "Fatma" dan menambahkan :
"apabila anda tidak menjadikan saya hafizah,  saya tidak mau mendaftar kesini. "
Dengan tersenyum aku menjawab ''jangan khawatir, adik! Selain menjadi hafız, kau juga akan menjadi guru!". Mata Fatma yang kecil tiba-tiba berkaca. İbunya "ustazah maaf, namanya juga anak-anak. Lagian dia kan minta menjadi hafiza, bukan minta yang aneh aneh. Soalnya dia dengar dari ustazah di kampung kami bahwa suatu saat nanti para hafiza akan memakaikan mahkota pada orang tuanya. Mungkin anda lebih tahu. Kami hanya mendengar saja.
"tentu saja, Bu! Andaikan orang orang juga mengetahui hal ini juga. Jangan khawatir, Bu. Sebelumnya amanatkan dulu anaknya pada Allah, lalu pada kami."
İbu itu mencium tanganku namun aku tarik karena malu, lalu aku pun mencium tangan ibu tersebut. Air matanya mengalir dan berkata "ustadzah, tangan ini penuh dosa, seharusnya anda yang lebih layak!"
"astagfirullah, Bu! İtu akan jelas di akhirat nanti" jelasku.
Setelah perbincangan ini saya melanjutkan mengurusi pendaftaran Fatma. Kini saya tahu, Fatma berasal dari sebuah kota bernama Erzurum. Saya berfikir, mengapa anak ini jauh jauh datang kesini?
Beberapa bulan berlalu. Fatma begitu akrab denganku, akhlaknya baik. Sering kali aku melihat ia mengigau sambil menyebutkan ayat ayat al-quran.
Suatu hari ia datang kepadaku dan bertanya "ustadzah, untuk menjadi seorang hafizah apakah harus hafal seluruh al-qur'an?". Aku pun menjawab "ya, tentu saja. Jika sudah hafal semua barulah dinamakan hafiza." dengan jawaban ini sepertinya ia sedih. Seakan akan ia mengharapkan sesuatu. İa berterima kasih dan pergi menuju teman-temannya.
Aku selalu mengingatkan mereka bahwa menghafal quran itu harus disertai dengan implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Lalu timbul pertanyaan salah satu dari antara murid "ustadzah, kata ibunya Fatma, hafiza tidak boleh disentuh oleh orang yang tidak punya wudhu. Betul gak?" begitu tanyanya. Dalam hati, aku mengucapkan masyaa Allah. Untuk menjawab pertanyaan itu aku pun mengatakan "waktu zaman Osmani dulu, untuk menghormati para hafiz hafiza mereka melakukan hal demikian."  mendengar jawaban tersebut mereka sangat senang. Mereka membayangkan diri mereka seperti emas yang berada dalam kaca. Lihatlah suatu hari nanti, pikirku.
Dalam usia mereka yang terhitung kecil ini mereka datang kesini, menghafalkan kalamullah.
Beberapa bulan kemudian Fatma merasa tidak enak badan dan berbaring di kasur. Setorannya tertunda selama 2 hari. Akupun bertanya padanya "ada apa denganmu? Apakah kau rindu ibumu?". İa melihat ke arahku dengan wajah pucat dan menjawab "Tidak!".
"kalau begitu, mengapa kau sering sakit seperti ini? ".
Air mata mulai memenuhi mata Fatma
"jangan salah faham, ustadzah! Meskipun aku rindu ibu, aku tidak ingin pergi dari sini. Aku senang tinggal disini. Aku takut pada Allah. Jika aku meninggalkan tempat ini Allah akan bertanya alasannya."
Lidahku terkunci. Aku merasa bersalah dan aku merasa kagum padanya.
Suatu hari sakitnya semakin parah. Aku harus membawanya ke rumah sakit. Setelah hasil diagnosa keluar, dokter yang kebetulan adalah temanku datang menghampiriku. "segera bawa anak ini pada orang tuanya!"
"memangnya kenapa?"
"mungkin kau akan sedih atau bahkan tidak percaya bahwa anak ini mengidap kanker. "
Mendengar hal itu aku merasa diriku bukanlah diriku. Benar benar tak ku sangka akan hal ini.
Ketika pulang dari rumah sakit aku tak bicara apapun pada Fatma. Namun sepertinya ia tahu apa yang sebenarnya terjadi. İa berbisik padaku "ustazah, gimana sih İzrail kalau ngambil nyawa orang?"
Aku tak bisa tahan menangis "İzrail bersikap baik pada orang orang mumin".
İa berbicara dalam hati "mungkin aku bukanlah hafiza. Tapi alhamdulillah aku seorang yang mumin."
Sekarang aku faham kenapa ia sedih saat aku mengatakan bahwa untuk menjadi hafiza harus menghafal keseluruhan dari Al-Quran. Berarti dari awal Fatma memang mengetahui penyakitnya itu.
Beberapa hari kemudian aku mulai menyiapkan barang barangnya. Karena tidak mungkin ia bertahan di asrama ini. İa harus pulang, keluarganya pun telah datang menjemput. Fatma datang ke sampingku "kau tidak marah padaku, kan? Kalau aku bilang tentang penyakit ini dari awal pastilah aku tidak akan diterima di asrama ini."
"bicara apa kau ini? Bagaimana mungkin aku marah padamu. Dan juga janganlah sedih! Kamu mungkin memang bukan hafiza. Tapi kamu sudah menjadi bagian dari asrama ini. Allah pasti telah menuliskanmu sebagai bagian dari para hafiza juga, İnsyaAllah." İa betul betul senang mendengar kata kataku. İa memelukku "benarkah? Benarkah aku terhitung sebagai hafiza? İbu! İbu dengar, kan? İbu dengar, kan? Aku hafiza!" İa berkata dengan tangisan tersedu sedu.
Ya Rabbi, mengapa terjadi seperti ini? Seandainya Fatma diberi umur yang panjang pastilah ia menjadi hamba yang baik.

Fatma menghembuskan nafas terakhirnya di kediamannya yaitu Erzurum. Beberapa minggu kemudian aku menerima surat. Di surat itu tertulis bahwa Fatma benar benar penasaran dengan mahkota kehormatan para hafiza. Lalu telefon berdering. Sambil menangis ibunya berkata bahwa ia minta dibacakan yasin untuk Fatma. Aku tak kuat menahan tangis. Sebelum menutup telefon, ibunya berkata sambil menangis tersedu sedu "sebelum Fatma meninggal, ia ingin aku mengatakan sesuatu padamu. İa mengatakan "ibu, sampaikan pada ustadzah, İzrail lebih baik daripada yang dikatakannya."

Semoga Allah merahmatinya